"Kondisi ini juga merupakan salah satu bentuk dukungan langsung terhadap pemerintah dalam mencapai target penuntasan hingga Desember 2011," katanya.
Melihat tingginya antusias masyarakat mengikuti rekam data untuk e-KTP di setiap kecamatan, Asrul optimistis target tuntas hingga Desember 2011 dapat dicapai.
Menurut dia, lampauan pencapaian target tersebut akan lebih besar jika tidak terjadi beberapa gangguan-gangguan kecil, seperti kesalahan teknis, seperti padamnya listrik. Karena gangguan tersebut berpengaruh terhadap proses perekaman data yang dilakukan.
"Jika terjadi gangguan pada salah satu alat saja, sudah membuang waktu untuk pelayanan terhadap puluhan orang. Sebab untuk proses "booting" (mengaktifkan ulang) perangkat software akan memakan waktu hingga satu jam. Belum lagi terhadap gangguan listrik mati, yang juga akan memakan waktu untuk kembali mengaktifkan program usai pemindahan arus ke genset," katanya.
Khusus untuk petugas dari Disdukcapil, terang dia, yang melakukan pelayanan berjumlah empat orang perkecamatan, ditambah satu orang petugas pendamping dari Dirjen Kependudukan Pusat. Sehingga berbagai permasalahan yang ditemui di lapangan akan ditangani petugas pendamping tersebut.
Terkait mobilitas masyarakat untuk datang ke kecamatan, Pemkot Padangpanjang melalui Disdukcapil akan terus mengoptimalkannya, dengan menyediakan beberapa kendaraan roda empat.
"Namun kita juga sangat mengharapkan kesadaran masyarakat agar dapat meluangkan waktu untuk berkumpul di kelurahan masing-masing. Sementara untuk yang berkesempatan, meski di luar jadwal di kelurahan, akan tetap kita layani," katanya.
Penduduk Kota Padangpanjang, kata dia, ada sekitar 50 ribu jiwa, namun yang wajib KTP sebanyak 32.372 ribu jiwa, mereka akan dilayani setiap hari kerja. Disdukcapil selain hari kerja, lanjut dia, juga telah menyusun jadwal pembuatan e-KTP di masing-masing kelurahan dengan menambah hari pelayanan pada Sabtu dan Minggu.